Terkait Pengirim Takjil Maut, Ini Fakta – Faktanya

YOGYAKARTA, AktualBanten.Com – Fakta-fakta berkaitan dengan Nani Aprilliani Nurjaman (24), pengirim takjil sianida yang menewaskan bocah di Bantul, terungkap. Ketua RT tempat Nani tinggal menyebut, Nani sudah menikah dengan polisi Tomy, yang menjadi target pengiriman takjil tersebut, Namun Tomy menepisnya.

Ketua RT 3, Pedukuhan Cepokojajar, Kalurahan Sitimulyo, Kemantren Piyungan, Kabupaten Bantul Agus Riyanto (40), tempat Nani tinggal, pernah mendapatkan pengakuan dari Nani dan Aiptu Tomy jika mereka menikah siri. Pengakuan itu disampaikan saat mereka melakukan perkenalan.

“Kalau tinggal di sini sudah setahun sama istri siri. Karena dulu itu waktu silaturahim ke tempat saya awalnya itu ngebel (menelepon) Pak Tomy sama Mbak Nani ke sini buat laporan,” kata Agus, Selasa (4/5).

Hal itu karena setiap warga baru yang tinggal di Pedukuhannya harus laporan terlebih dahulu. Dari laporan itu, menyebut jika Tomy dan Nani Aprilliani telah menikah siri. Bahkan saat laporan, Nani menelepon orang tuanya untuk meyakinkan Agus. “Ibunya bilang itu, sudah menikah secara agama,” katanya.

Menindaklanjuti informasi itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro memastikan jika anggotanya yang sejak awal menjadi target pengiriman takjil sate sianida itu terbukti nikah siri, akan menjatuhkan sanksi.

“Ya nanti tergantung (sanksi), sampai sejauh mana dia. Kalau memang terbukti (nikah siri) kan sudah ada peraturan yang tinggal dijalankan saja,” kata Purwadi kepada wartawan, Rabu (5/4).

Namun demikian proses terhadap Tomy, kata Purwadi, harus melalui pembuktian yang benar dan konkret yang menyatakan Tomy telah benar menikah siri dengan tersangka Nani Aprilliani. Baik berupa foto, keterangan saksi yang menikahkan dan bukti yang lain.

“Artinya kapan dia nikah siri dan harus ada buktinya. Kalau cuma sekedar omongan, kita belum bisa buktikan. Foto misalnya, atau yang menikahkan siapa, itu harus ada. Kalau cuma sekedar omongan di luar kita belum bisa menanggapi. Nanti hasilnya seperti apa akan kita tidak lanjuti, kasusnya kan di Bantul dan kebetulan saja dia anggota kita,” jelas dia.

Sedangkan pengakuan berbeda disampaikan Tomy kepada penyidik di Reskrim Polres Bantul. Tomy mengaku sebatas pelanggan di salon tempat Nani Aprilliani bekerja.

“Hubungannya sebatas itu sebagai pelanggannya, seperti itu. Tapi nanti kita pastikan lagi untuk detailnya,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Polres Bantul, Rabu (5/5).

Terkait dengan pemanggilan Tomy untuk dimintai keterangan, Ngadi mengaku belum melakukannya secara langsung. Ngadi juga menyebut adanya kemungkinan polisi akan meminta keterangan kepada istri Tomy. “Kemungkinan itu (memanggil istri Tomy) bisa saja,” katanya.

Untuk diketahui, Nani ditangkap polisi gegara meracik dan mengirim takjil sianida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul. Paket sate beracun itu sebenarnya dikirim Nani untuk Tomy. Nani menitipkan takjil sianida itu lewat driver ojol, Bandiman (47), tanpa melalui aplikasi.

Namun orang yang berada di rumah Tomy saat itu menolak menerima paket makanan tersebut, karena merasa tak mengenali pengirimnya. Makanan itu kemudian diberikan ke Bandiman. Bandiman yang tak curiga membawa pulang sate beracun itu dan menyantapnya bersama keluarga di rumah.

Namun, tak lama kemudian, istri dan anak keduanya yang bernama Naba Faiz Prasetya (10) mengalami gejala keracunan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawa Naba tak tertolong.

Belakangan Nani mengaku ada sosok R yang mengajurkannya mencampurkan sianida ke makanan. Kala itu, menurut R, sianida yang dicampur dengan sate hanya menyebabkan diare dan muntah. Kini polisi pun memburu R. Namun, karena ponsel R belum juga aktif, keberadaannya masih misterius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *