Kades Doroyon Bantah Adanya Pemotongan BLT Kepada Warganya

LEBAK, AktualBanten.Com – Terkait informasi yang diperoleh aktualbanten.com Jum’at 23 Oktober 2020 dari Rohenah salah seorang warga Desa Doroyon Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, yang menyatakan adanya dugaan pemotongan dana bantuan yang diperoleh masyarakat selaku penerima manfaat. Kepala Desa Doroyon, Rohman, mengklarisifikasi bahwa peryataan tersebut tidak benar dan mengada – ada. Kamis 29 Oktober 2020.

“Tidak benar informasi tersebut, yang ada warga tersebut (Rohmah) memprovokasi masyarakat lainnya untuk mengajukan ke desa untuk mend apatkan dana PKH, padahal yang menentukan dapat tidaknya itu bukan pemerintahan desa,” ujar Rohman.

Pihaknya selaku Pemerintahan Desa, lanjut Rohman, sudah mengumpulkan para penerima manfaat (Warga-Red) untuk mengklarisifikasi permasalahan ini didepan para awak media agar permasalahannya menjadi jelas.

“Saya sudah menyarankan sebelumnya kepada staf saya, terkait dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak boleh ada pemotongan, jadi tidak benar kalau ada pemotongan Rp. 100 – 200 ribu per orang,” imbuh Kades.

Sementara dibagian lain, berdasarkan hasil musyawarah antara pemerintahan Desa Doroyon dan warga penerima manfaat diperoleh informasi bahwa warga yang menyatakan adanya pemotongan bantuan di desa doroyon sudah memberikan pernyataan langsung dan membantah serta menarik kembali ucapannya kepada wartawan.

Berikut pernyataan klarisifikasi Rohenah warga masyarakat Doroyon dihadapan awak media setelah pernyataannya viral beberapa waktu lalu.

“Saya atas nama pribadi menyatakan permohonan maaf yang sebesar – besarnya atas kekeliruan dan kehilafan yang saya ucapkan didepan media, mencemarkan dan menyebut salah satu perangkat desa kepada awak media, dan saya memohon kepada awak media agar informasi ini jangan ditindak lanjuti ke ranah hukum atau diperluas (Publish-Red) melalui media masing – masing, demikian pernyataan ini saya ucapkan didepan wartawan dengan sadar  dan tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Sekali lagi saya minta maaf atas nama Rohenah, dan terimakasih,” ungkap rohenah mengakhiri pernyataannya didepan para awak media.

Namun pernyataan Rohenah tersebut, sangat berbeda dengan apa yang ia ungkapkan kepada aktualbanten.com sebelumnya, yang mengatakan bahwa pemotongan berbagai bantuan dari mulai PKH, BLT dan yang lainnya kerap kali dilakukan oleh perangkat Desa dengan berbagai macam alasan.

“Tapi kalau ada yang nanya jangan banyak ngomong, tapi kalau memaksa mintanya ya apa boleh buat,” tutur Rohenah (Jumat 23/10).

Masih menurut Rohenah, pemotongan bantuan BLT tersebut memang bukan ditempat penerimaan tetapi datang kerumahnya masing – masing penerima manfaat, dengan jumlah potongan yang bervareatif antara Rp. 100 – 200 ribu rupiah.

“Dimintai ke rumahnya pak, kalau yang dapat Rp 600 bisa Rp 100 – 200 ribu perorang, kalau warga penerima engga ngasih kan ngomongnya ga enak pak, untung aja ini juga diurus katanya. kalau saya sendiri dapat PKH itupun biasanya dipotong Rp. 30 – 100 ribu,” ucapnya.

Pemotongan tersebut, lanjut Rohenah, pihak Desa beralasan kalau uang hasil pemotongan dari warga penerima akan diberikan untuk warga yang tidak mendapatkan bantuan agar merasakan semua.

“Uang pemotongan ini untuk warga yang tidak menerima, tapi waktu saya tanya kepada warga yang lain ga ada tuh malah salah satu ibu – ibu yang anaknya menerima ga dapet dari desa cuma dikasih anaknya aja,” pungkasnya.

Reporter : Apih (CE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *