Gempa Dan Air Pasang Laut, BMKG Himbau Warga Banten Selatan Waspada

LEBAK, AktualBanten.Com – Gempa berkekuatan magnitudo 2.6 SR, berada pada titik koordinat 6.92 LS 106.34 BT. Telah terjadi di kawasan Cibayawak Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sekira pukul 01:09:28 WIB Dini hari menurut cacatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kamis, 22 Oktober 2020

Menurut data yang dilansir BMKG pusat gempa tersebut berada di darat 9 Km timur laut Bayah. Dan mengingatkan agar masyarakat di Cibayawak Bayah dan sekitarnya mewaspadai potensi gempa susulan. 

Salah Satu warga Bayah membenarkan tealah terjadi gempa pada dini hari kedadian ini juga di barengi dengan air laur pasang mencapai kedaratan dengan jarak sekitar 30-40 meter dari air pasang laut biasanya.

“Kejadian itu membuat kami kaget pak, air laut sampai naik ke dekat rumah warga” tuturnya

Lanjut Aldi kejadian ini membuat tarauma karena sekitar pada tahun 2018 pernah terjadi air laut naik pasang hingga mencapai sekitar 27 meter naik ke daratan yang mengakibatkan beberapa bangunan rumah rusak. Tutup aldi

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya data  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mencatat pusat gempa susulan yang terjadi sekitar pukul 06.50 WIB, di wilayah kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Data BMKG menunjukan pusat gempa masih berada di darat 9 km arah tenggara Bayah dengan berkekuatan magnitudo 4.5 SR, berada pada titik koordinat 6.98 LS – 106.32 BT. 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,”  jelasnya

Lebih lanjut Daryono  Dalam catatan BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 06.50 WIB tersebut merupakan yang ketiga. Gempa pertama dengan kekuatan magnitudo 3,7 terjadi pada pukul 00.38, disusul gempa dengan kekguatan magnitudo 2,6 terjadi pada pukul 01.09. dan Gempa susulan pagi hari tersebut, dirasakan warga Bayah dan sekitarnya. Sehingga beberapa warga yang lari keluar rumahnya.

Keterangan tertulisnya pun BMKG menghimbau Warga agar lebih waspada tidak hanya gempa namun cuaca ekstrim terjadi di wilayah Indonesia itu terjadi pada peningkatan gelombang tinggi, potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang. (Apih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *