Ketua Asputaben : Talas Beneng Pandeglang Menjanjikan Potensi Ekspor Ke Manca Negara

PANDEGLANG, Aktualbanten.com – Pelaku usaha talas beneng Kabupaten Pandeglang Melalui Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Tanas Beneng (Asputaben) Pandeglang Ardi Maulana mengatakan, potensi Ekspor talas beneng sangat terbuka luas untuk para petani. Dilansir dari suarabanten.com Sejumlah permintaan dari Australia, Malaysia dan New Zealand untuk ekspor daun kering talas beneng mencapai 340 ton per bulan. Senin 19 Oktober 2020.

Namun demikian diakui Ardi, petani Pandeglang baru bisa menyediakan 18 ton per bulannya. dan permintaan tersebut tidak hanya daun keringnya saja, bagian umbinya juga cukup diminati, pasalnya umbi basah talas beneng memiliki potensi permintaan ekspor dari Belanda dan Korea Selatan sebanyak 385 ton per bulan. Sementara umbi keringnya diminati India dan Turkey yang siap menampung 100 ton per bulannya.

Potensi ekspor talas beneng tentu sangat menjanjikan bila segera direalisasikan, sehingga Karantina Pertanian Cilegon mengajak Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang untuk membantu meningkatkan produktivitas talas beneng asal Pandeglang agar dapat memenuhi syarat kuota ekspor langsung dari Banten.

“Syarat ekspor dari Banten minimal ada lima kontainer per bulannya dengan volume 8 ton per kontainer, artinya harus tersedia minimal 40 ton per bulan. Tentu hal ini bukanlah perkara sulit jika para pemangku kebijakan dapat saling bersinergi bersama para petani untuk mewujudkannya,” ujar Arum Kusnila Dewi, Kepala Karantina Cilegon dilansir dari suarabanten.com. (19/10).

Lantaran jumlahnya belum mencukupi, ujar Arum, membuat daun kering talas beneng di ekspor melalui Surabaya. Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dapat segera menambah luas lahan sebanyak 121 hektar untuk bisa memenuhi kuota ekspor.

“Jika ini terwujud maka dalam kurun waktu 4 tahun ke depan, Propinsi Banten dapat memenuhi target program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Produk Pertanian,” papar Arum.

“Karantina Pertanian Cilegon akan membantu untuk pembukaan pintu ekspor langsung dari Cilegon. Kami akan memberikan bimbingan teknis terkait Sanitary Phyto Sanitary serta persiapan di lapangan untuk memenuhi standar persyaratan ekspor,” imbuhnya. (Rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *