Ketua Forum Akan Laporkan Ke Polisi : Pengelola P3TGAI Ancam LSM, Wartawan dan Anggota Ormas

LEBAK, Aktualbanten.com – Tindakan tidak terpuji dan sangat arogan kembali dipertontonkan penjabat lokal proyek Desa di Kabupaten Lebak. 4 orang kontrol sosial dari wartawan serta beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat dan Ormas ini, mendapatkan intimidasi dan ancaman saat melakukan  Investigasi dilapangan dalam melakukan fungsinya menyikapi Proyek Pemerintah yang dibiayai oleh APBDes, APBD maupun APBN di Kabupaten Lebak. Kamis 01 Oktober 2020.

Ke empat orang Wartawan dan anggota LSM serta Ormas tersebut yakni Muhamad Sholeh dari Wartawan Mitra Pol, Buyung dari LSM LBR, Drajat dari LSM GI, dan Khudri dari Ormas GAIB. Diintimidasi serta diancam dengan senjata tajam (Sajam) oleh oknum pengelola Proyek P3TGAI di Kecamatan Sajira tepatnya di Desa Sukamarga Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Muhamad Sholeh wartawan Metropol menceritakan kejadian yang menimpa dirinya serta anggota LSM serta Ormas tersebut kepada awak media aktualbanten.com, terkait peristiwa ancaman dan intimidasi.

Dikatakan Sholeh, mereka datang berempat kelokasi P3TGAI yang berada di Desa Sukamarga, sebelum datang kelokasi mereka datang ke kantor desa dulu menanyakan kepala Desa dan Ketua Kelompok P3TGAI tersebut. Kebetulan mereka tak ada ditempat, yang ada hanya Staf Desa, Khudri anggota Ormas Gaib meminta nomer kontak kepala Desa dan ketua Kelompok P3TGAI dan menanyakan lokasinya, kemudian ditunjukan oleh salah seorang Staf desa bahwa lokasinya tidak jauh  dari kantor  Desa, kemudian Mohamad Sholeh langsung kelokasi dan langsung mengambil gambar kegiatan Proyek tersebut, tiba tiba datang dua orang dengan muka sangar dan sinis, (Mungkin dia Jawara disitu-red) yang bernama Aos dan Alang, sambil mencak – mencak dan berkata kasar.

“Heh rek naon daria Moto moto Pagawean aing tesopan daria tengahargaan sakali ka aing, sarua ainggeh ti Lembaga Bentar, rek silaturahmimah lain  kieu carana daria ( heh mau apa kalian Poto poto Pekerjaan saya gak sopan kalian,kalian gak menghargai sama sekali kesaya,sama saya juga dari Lembaga Bentar kalau silaturahmimah  bukan begini caranya),” ucap Alang.

Sambil berteriak -teriak mana belati mana belalati ucap Alang minta ketemannya yang bernama Aos. dan temennya Aos memberikan belati, kemudian Alang mengancam hapus poto – poto dan rekaman yang ada di HP milik Sholeh.

“Kalau kalian mau selamat dari sini, hapus semua poto – poto itu,” kata Alang.

karena  Sholeh CS Ketakutan, menit itu juga langsung menghapusnya. menanggapi kejadian tersebut, Ketua Forum LSM Kab .Lebak Yayat Ruyatna merasa Prihatin  dan geram, terhadap orang orang yang telah melakukan intimidasi dan Ancaman terhada anggota Lsm, Wartawan dan Ormas ini.

Menurut Yayat Ruyatna, hal ini tidak bisa dibiarkan karena LSM , Wartawan dan Ormas dilindungi oleh undang undang.

“Cara kerja kami diatur oleh peraturan dan perundang – undangan LSM, Cara kerjanya diperintahkan oleh PP 71 tahun 2000 tentang peran serta masyarakat dalam mencari dan memberikan informasi terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan uang negara, dan Pers diatur oleh UU No 40 Tahun 1999, karena proyek P3TGAI dibiayai oleh uang negara, maka LSM punya hak untuk mempertanyakan dan mengontrol  pelaksanaannya, saya selaku ketua Forum LSM kab. Lebak mengecam terhadap sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum pengelola kegiatan P3TGAI di desa  Sukamarga, saya akan bawa kasus ini ke jalur hukum, karena perlakuan tersebut sudah merendahkan martabat Lembaga,” Tegas Yayat.

Ditempat terpisah Dede Mulyana, selaku ketua LSM KPKB Kabupaten Lebak merasa tersinggung dan kesal terhadap insiden pengancaman terhadap rekan – rekan LSM dan Media oleh pengelola P3TGAI di Kecamatan Sajira.

“Karena saya juga bagian dari pada mereka dan mendukung langkah ketua Forum mengambil jalur hukum agar kedepan tidak ada lagi kejadian yang serupa terhadap rekan – rekan LSM dan Wartawan,” pungkas Dede Mulyana. (Pih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *